Archive for the ‘ LAKMUD ’ Category

PEDOMAN LAKMUD (sesi 4)

15. Teknik Diskusi dan Persidangan

a.   Pokok bahasan :

2.    Pengertian, tujuan dan  macam-macam diskusi dan persidangan

3.    Etika diskusi dan persidangan

4.    Perangkat dan teknik diskusi dan persidangan

5.    Teknik menciptakan diskusi dan persidangan yang produktif

b.               Tujuan :

1.   Memahami pengertian, tujuan, macam serta etika diskusi.

2.   memahami perangkat dan teknik persidangan

3.   Memahami bagaimana menciptakan diskusi yang produktif

Metode :

Brainstorming

Diskusi

Role Playing

Praktek diskusi dan sidang

Media :

Kertas plano

Spidol

Waktu :

Alokasi waktu 90 menit

f.    Proses kegiatan :

1. Pelatih membuka acara dan menerangkan secara singkat tentang pokok bahasan materi yang dilanjutkan dengan memperkenalkan nara sumber kepada peserta.

2. Pelatih mengadakan brainstorming dengan cara menyampaikan beberapa pertanyaan yang terkait dengan pokok bahasan, hal ini ditujukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta pada materi tersebut sebelum pemateri menyampaikan materinya secara utuh. selanjutnya mempersilahkan kepada nara sumber untuk menyampaikan materi, dilanjutkan dengan dialog.

3. Pelatih mengulas garis besar hasil dialog dan mengarahkan kepada kesimpulan

4. Selanjutnya untuk memperdalam materi, pelatih mengajak peserta untuk melakukan suatu diskusi kelompok dengan membahas beberapa issue yang disedikan oleh pelatih.

5. Selama dalam proses diskusi, pelatih memantau dan menilai mulai dari bentuk diskusi, penataan model, jalannya diskusi, partisipasi anggota diskusi dan peranan ketua kelompok diskusi dalam mengendalikan situasi diskusi.

6.    Setelah selesai, Pelatih memberikan ulasan tentang kelebihan dan kekurangan dari masing-masing prosesi diskusi yang telah dipraktekkan oleh masing-masing kelompok.

7.    Selanjutnya pelatih memberikan saran-saran dan diakhiri dengan menutup acara.

16. Pengantar Studi Gender

b.    Pokok Bahasan :

1.    Pengertian dan tujuan studi gender

2.    Perbedaan sex, gender dan feminisme

3.    Pengertian sex role, gender role, gender stereotype

4.    Bentuk-bentuk ketidakadilan gender

c.    Tujuan :

1.    Mengerti dan memahami gender, sex dan feminisme

2.    Mengetahui aliran-aliran feminisme

d.     Metode :

1.    Brainstorming

2.    Diskusi

3.    Ceramah dan dialog

e.    Media :

1.    OHP

2.    Kertas plano dan spidol

f.     Waktu :

Alokasi waktu 60 menit efektif

g.     Proses kegiatan :

1. Pelatih membuka acara kemudian memberikan  penjelasan singkat tentang pokok bahasan materi studi gender.

2. Pelatih membacakan biodata narasumber,  selanjutnya mempersilahkan narasumber menyampaikan materi.

3. Pelatih memandu dialog atau curah pendapat.

4. Pelatih menyimpulkan materi studi gender dan hasil dialog, kemudian mempersilahka nara sumber meningalkan ruangan.

5. Pelatih memandu diskusi tentang pendalaman materi, sebelum itu Pelatih membagi peserta dalam 4 kelompok.

6.    Pelatih memandu merumuskan hasil diskusi kelompok dengan metode curah pendapat yang ditulis pada papan plano.

7. Pelatih menutup acara

17. Studi Problematika Pendidikan di Indonesia

h. Pokok bahasan :

1. Komponen-komponen pendidikan (peserta didik, pendidik,materi, metode, tujuan)

2. Sistem pendidikan nasional

3. Problematik pendidikan di Indonesia

i. Tujuan :

1. Memahami komponen-komponen pendidikan

2. Memahami system pendidikan nasional

j. Metode :

1. Brainstorming

2. Ceramah dan dialog

k. Media :

1. OHP

2. Kertas plano dan spidol

l. Waktu :

Alokasi waktu 60 menit efektif

m. Proses kegiatan :

1. Pelatih membuka acara dan menerangkan secara singkat tentang pokok bahasan materi yang dilanjutkan dengan memperkenalkan nara sumber kepada peserta.

2. Pelatih mengadakan brainstorming dengan cara menyampaikan beberapa pertanyaan yang terkait dengan pokok bahasan, hal ini ditujukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta pada materi tersebut sebelum pemateri menyampaikan materinya secara utuh. selanjutnya mempersilahkan kepada nara sumber untuk menyampaikan materi, dilanjutkan dengan dialog.

3. Selesai dialog, pelatih mengulas secara garis besar hasil dialog dan mengarahkan pada kesimpulan.

4. Pelatih memberikan saran-saran dan dilanjutkan dengan menutup acara.

18. Evaluasi

a.   Pokok bahasan

5.         Review dan evaluasi akhir penyelenggaraan latihan

6.         Post test

b.    Tujuan

1.   Mampu mengorganisir dan mengungkapkan kembali pengalaman latihan peserta sejak awal sampai akhir pelatihan, sehingga mengetahui kelebihan dan kekurangan selama latihan berlangsung.

2.   Mampu memberikan umpan balik dan kritikan terhadap proses pelaksanaan latihan ini serta saran-saran mereka untuk perbaikan pelaksanaan latihan di masa yang akan datang

c.   Metode

1.    Angket

2.    Kuesioner

d.              Media

1.    Papan tulis white board dan spidolnya

2.    Kertas plano dan spidolnya

3.    Formulir isian evaluasi dan soal-soal post test

e.   Waktu

90 menit efektif

f.    Proses kegiatan

1.    Pelatih membuka acara, kemudian memberikan penjelasan singkat tentang evaluasi pelatihan dan tujuannya.

2.    Pelatih membagi peserta ke dalam beberapa kelompok diskusi, kemudian masing-masing kelompok merumuskan beberapa kekurangan dan kelebihan dari masing-masing sessi yang berkaitan dengan prosesi pelatihan, misalnya infrastruktur pelatihan, materi, pelatih, metoda, nara sumber, peserta, suasana, sistem kelekatan dll.

3.    Hasil diskusi di tuangkan dalam kertas plano kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok.

4.    Pelatih memandu untuk mengidentifikasi masing-masing permasalahan, sehingga menjadi entry point bagi peserta di dalam menyelenggarakan pelatihan berikutnya.

5.    Selanjutnya pelatih menyimpulkan secara garis besar hasil diskusi.

6.    Untuk melihat daya serap materi pelatihan selama proses pelatihan, maka pelatih memberikan post test kepada peserta.

7.    Diakhiri dengan penutupan acara.

19. Rencana Tindak Lanjut

a.   Pokok bahasan

1.  Rencana tindak lanjut latihan

2.    Rumusan strategi tindak lanjut untuk pengembangan kemampuan peserta

b.   Tujuan

1.   Menyadari pentingnya suatu tindak lanjut latihan sebagai bentuk perwujudan dari pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang diperolehnya selama latihan

2.   Mampu menyusun suatu rencana tindak lanjut tentatif yang dapat dan mungkin dilaksanakannya pasca latihan pelatih

c.   Metode

1.   Angket

2.   Diskusi

d.   Media

1.   Papan tulis white board dan spidolnya

2.   Kertas plano dan spidolnya

3.   Lembar rancangan kegiatan pasca latihan

e.    Waktu

120 menit efektif

f.    Proses kegiatan

1.    Pelatih membuka acara, kemudian memberikan penjelasan singkat tentang rencana tindak lanjut sebagai bentuk peningkatan pengalaman bagi pelatih yang akan terjun memandu latihan di wilayahnya

2.    Agar hasil rencana tindak lanjut tepat sasaran, maka sebaiknya rencana tindak lanjut di buat forum segitiga yakni peserta, pelatih, dan pimpinan struktural yang bersangkutan.

3.    Selanjutnya forum diserahkan kepada pimpinan struktural yang bersangkutan untuk bersama-sama melakukan rancangan kegiatan lanjutan bagi peserta latihan.

4.    Hasil pembahasan tersebut kemudian dituangkan dalam plano dan menjadi ketetapan kegiatan yang harus dilaksanakan

5.    Pelatih memberikan penegasan secara garis besar atas hasil perumusan rencana tindak lanjut, kemudian diakhiri dengan penutupan acara oleh pelatih.

————————————————————————————————————————————————————–

Demikian Rangkaian Materi LATIHAN KADER MUDA (LAKMUD) Semoga Bermanfaat..

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Kembali !! PEDOMAN LAKMUD (sesi 3)

Kembali !! PEDOMAN LAKMUD (sesi 1)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.