Archive for the ‘ MAKESTA ’ Category

MASA KESETIAAN ANGGOTA (MAKESTA)

Materi Pelatihan

1. Perkenalan

  1. Pokok Bahasan : Perkenalan identitas peserta dan pelatih, seperti : nama, alamat, hobi, asal sekolah, dll.
  2. Tujuan
  3. Tercapainya suasana interaktif yang hangat dan terbuka antara sesama peserta, pelatih dan panitia penyelenggara
  4. Metode : bermain (ex : membuat puisi pribadi)
  5. Media : kertas, pulpen
  6. Waktu : 45 menit
  7. Proses Kegiatan :
  • Pelatih membuka serta menjelaskan secara singkat aturan main dari permainan ini.
  • Pelatih meminta kepada peserta untuk membentuk lingkaran, kemudian pelatih memberikan selembar kertas kepada masing-masing peserta.
  • Pelatih mengajak kepada peserta untuk membuat puisi sederhana – minimal 4 baris. Puisi itu berisi informasi tentang nama, minat, pekerjaan, hobi, gaya hidup dan sebagainya.
  • Sebagai contoh “Aku adalah seorang keeper”, kesukaanku naik skuter, makananku lemper, asalku dari Jember, aku masuk IPNU pingin pinter, biar tidak keblinger, dan hanya menjadi bemper, sekarang aku siap jadi kader.
  • Setelah selesai, kemudian peserta diminta untuk menggeser kertas yang berisi puisi pribadi tersebut ke arah kanan dua kali.
  • Selanjutnya pelatih meminta kepada peserta untuk membacakan puisi pribadi yang ada ditangannya seraya melakukan deklamasi sesuai dengan isi puisi tersebut.
  • Pelatih mengulas secara singkat manfaat dari perkenalan tersebut diakhir dengan menutup acara/sessi.

2. Pre Test

a. Pokok Bahasan :

  1. Ke IPNU an
  2. Pengetahuan dan pengalaman organisasi
  3. Harapan dan tujuan
  4. Pelatihan yang pernah diikuti
  5. Pengetabhuan tentang NU

b. Tujuan

  1. 1. Peserta mengenal diri, lingkungan dan organisasi
  2. 2. Agar peserta memiliki motivasi berorganisasi

c. Metode :

  1. Angket (diberikan dan diisi pada waktu pendaftaran peserta).
  2. Brainstorming (dilakukan disisi acara).

d. Media : Angket, kertas buram, pulpen

e. Waktu : 45 menit

f. Proses Kegiatan

  1. Untuk pre test yang sifatnya angket diisi oleh peserta saat melakukan registrasi peserta. Selanjutnya seluruh formulir yang terkumpul dilakukan penilaian. Penilaian dari hasil angket ini menjadi gambaran awal tentang kondisi peserta baik pengalaman, keilmuan maupun motivasi mengikuti makesta.
  2. Disamping pre test yang sifatnya angket pelatih dapat memberikan pre test dengan cara brainstorming dengan peserta secara langsung.
  3. Pelatih, membuka acara dan memberikan prolog singkat tentang keorganisasian.
  4. Selanjutnya pelatih mengajak brainstorming dan atau identifikasi dengan peserta secara acak dengan menanyakan beberapa hal misalnya, tentang seputar organisasi pelajar, seputar tentang NU, serta menanyakan peserta apa motivasi mendasar yang mendorong untuk mengikuti Makesta, sampai pada harapan peserta terhadap Makesta tersebut.
  5. Hasil brainstorming tersebut diidentifikasi sedemikian rupa oleh pelatih, selanjutnya diulas dengan singkat diakhiri dengan penutup.

3. Ke IPNU an

a. Pokok Bahasan :
Sessi I

  1. Latar belakang sejarah kelahiran IPNU
  2. Perjalanan IPNU dari masa ke masa
  3. Sejarah IPNU lokal

Sessi II

  1. PD/PRT (sifat, fungsi, azas, aqidah, tujuan organisasi, struktur organisasi, lambang organisasi).
  2. Citra diri IPNU
  3. Hubungan IPNU dengan NU beserta banom-banomnya dan maupun ormas lain

b.Tujuan

  1. memahami latar belakang kelahiran dan perjalanan IPNU dari masa ke masa
  2. memahami PD PRT IPNU
  3. Memahami peran IPNU di masyarakat sebagai bagian dari organisasi pelajar dan bagian dari NU

d. Metode : Ceramah, dialog.

e. Media : OHP, kertas plano, spidol

f. Waktu : 240 menit (dibagi dalam dua sessi).

g. Proses Kegiatan :

  1. Pelatih membuka acara, kemudian menjelaskan secara singkat tentang materi yang akan dibahas sesuai dengan pokok bahasan.
  2. Pelatih memperkenalkan nara sumber, selanjutnya pelatih mengadakan brainstorming seputar materi yang akan dibahas.
  3. Pelatih mempersilahkan kepada nara sumber untuk memaparkan materi, dilanjutkan dengan dialog.
  4. Pelatih mengulas secara garis besar pokok hasil dialog, selanjutnya pelatih mempersilahkan kepada nara sumber meninggalkan ruangan, kemudian diakhiri dengan penutup.
  5. Untuk meteri ke IPNU an ini dibagi dalam dua sessi. Proses kegiatan masing-masing sessi hampir sama.

4. Ke NU an

a. Pokok Bahasan :

  1. Sejarah kelahiran NU dan perkembangannya
  2. Bentuk dan sistem organisasi NU (tujuan, struktur organisasi dan perangkat organisasi).
  3. Pengertian dan kedudukan ulama dalam NU
  4. Faktor-faktor dominan NU yaitu faktor kepemimpinan dan keanggotaan NU serta faktor keagamaan NU.

b. Tujuan

  1. Pelatih membuka acara, kemudian menjelaskan secara singkat tentang materi yang akan dibahas sesuai dengan pokok bahasan.
  2. Pelatih memperkenalkan nara sumber, selanjutnya pelatih mengadakan brainstorming seputar materi yang akan dibahas.
  3. Pelatih mempersilahkan kepada nara sumber untuk memaparkan materi, dilanjutkan dengan dialog.
  4. Pelatih mengulas secara garis besar pokok hasil dialog, selanjutnya pelatih mempersilahkan kepada nara sumber meninggalkan ruangan, kemudian diakhiri dengan penutup.

c. Metode : Ceramah dan dialog

d. Media : OHP, kertas plano, spidol

e. Waktu : 90 menit

f. Proses Kegiatan :

  1. Pelatih membuka acara, kemudian menjelaskan secara singkat tentang materi yang akan dibahas sesuai dengan pokok bahasan.
  2. Pelatih memperkenalkan nara sumber, selanjutnya pelatih mengadakan warming up (pemanasan) dengan cara memberikan pertanyaan seputar materi sesuai dengan pokok bahasan. Hal ini dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terhadap materi yang bersangkutan, sehingga nara sumber dapat mempertajam pemaparan materi sesuai dengan kadar pengetahuan peserta.
  3. Pelatih mempersilahkan kepada nara sumber untuk memaparkan materi, dilanjutkan dengan dialog.
  4. Pelatih mengulas secara garis besar pokok hasil dialog, selanjutnya pelatih mempersilahkan kepada nara sumber meninggalkan ruangan, kemudian diakhiri dengan penutup.

5. Aswaja

a. Pokok Bahasan

  1. Pengertian dan dalil-dalil yang menjadi rujukan aswaja
  2. Prinsip-prinsip sikap aswaja yaitu tawasuth, tatsamuh, tawazun dan amar ma’ruf nahi mungkar.
  3. Sejarah kelahiran aswaja dan perkembangannya di Indonesia
  4. Memahami peran ulama’ dalam perkembangan Islam di Indonesia

b. Tujuan

  1. Memahami dalil-dalil yang menjadi rujukan dalam aswaja
  2. Memahami prinsip-prinsip sikap aswaja dan sejarah kelahiran serta perkembangan aswaja di Indonesia
  3. Memahami peran walisongo dalam perkembangan Islam di Indonesia

c. Metode : Ceramah dan dialog

d. Media : OHP, kertas plano, spidol

e. Waktu : 90 menit

f. Proses Kegiatan :

  1. Pelatih membuka acara, kemudian menjelaskan secara singkat tentang materi yang akan dibahas sesuai dengan pokok bahasan.
  2. Pelatih memperkenalkan nara sumber, selanjutnya pelatih mengadakan warming up (pemanasan) dengan cara memberikan pertanyaan seputar materi sesuai dengan pokok bahasan. Hal ini dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terhadap materi yang bersangkutan, sehingga nara sumber dapat mempertajam pemaparan materi sesuai dengan kadar pengetahuan peserta.
  3. Pelatih mempersilahkan kepada nara sumber untuk memaparkan materi, dilanjutkan dengan dialog.
  4. Pelatih mengulas secara garis besar pokok hasil dialog, selanjutnya pelatih mempersilahkan kepada nara sumber meninggalkan ruangan, kemudian diakhiri dengan penutupReferensi bacaan selanjutnya :
  • 1. Khittoh Nahdliyah oleh KH. Ahmad Siddiq
  • 2. Kembali ke Khittoh oleh KH. Muchith Muzadi

6. Keorganisasian

a. Pokok Bahasan :

  1. Pengertian organisasi
  2. Fungsi organisasi
  3. Jenis-jenis organisasi
  4. Unsur-unsur organisasi

b. Tujuan

  1. Memahami pengertian dan fungsi organisasi
  2. Memahami jenis-jenis organisasi

c. Metode : Ceramah, dialog dan Permainan

d. Media : Kertas plano, spidol

e. Waktu : 90 menit

f. Proses kegiatan :

  1. Pelatih membagi peserta dalam 4 kelompok
  2. Dua kelompok pertama bermain tanpa penjelasan
  3. Pelatih menggambar kerangka gambar pada kertas plano
  4. Masing-masing peserta menambahkan 3 coretan pada gambar tersebut.
  5. Dua kelompok kedua bermain berdasarkan kesepakatan kelompok
  6. Pelatih mempersilahkan untuk menggambar sesuai dengan kesepakatan kelompok.
  7. Kerangka gambar digambar dikertas plano sesuai kesepakatan kelompok
  8. Masing-masing peserta menambahkan 3 coretan pada gambar tersebut.
  9. Pelatih mengeksplorasikan permainan tersebut berkaitan dengan keorganisasian yang berkaitan dengan kerjasama, komunikasi, trust, kompak, adaptif.
  10. Pelatih memperkenalkan nara sumber sekaligus mempersilahkan menyampaikan materi yang berkaitan dengan materi keorganisasian dan dilanjutkan dengan tanya jawab.
  11. Pelatih menutup acara.

7. Leadership

a. Pokok Bahasan:

  1. 1. Pengertian leadership
  2. 2. Macam-macam leadership
  3. 3. Teori munculnya pemimpin dimasyarakat.

b. Tujuan

  1. 1. Memahami pengertian leadership beserta macam-macamnya
  2. 2. Memahami teori munculnya pemimpin di masyarakat

c. Metode : Ceramah, dialog, game

d. Media : Kertas plano, spidol

e. Waktu : 60 menit

f. Proses kegiatan :

  1. Pelatih membagi peserta dalam 3 kelompok
  2. Masing-masing kelompok memerankan salah satu karakter kepemimpinan.
  • Otoriter : Pelatih memerintahkan kepada ketua kelompok untuk menginstruk sikan kepada seluruh anggota untuk menyusun sedotan es menjadi sebuah piramid.
  • Bebas : Pelatih mempersilahkan ketua kelompok untuk memamfaatkan media yang ada
  • Demokratis : Pelatih mempersilahkan kepada ketua kelompok untuk mendiskusikan membuat piramid yang baik.
  • (aspek yang diukur pemimpin, yang dipimpin dan proses kepemimpinan).

8. Evaluasi

a. Pokok bahasan

  1. Pendalaman seluruh materi
  2. Komponen yang terlibat dalam proses pelatihan (Peserta, Pelatih, Panitia)

b. Tujuan

  1. Mengukur atau menilai tingkat daya serap, perkembangan peserta dan keberhasilan latihan yang diadakan
  2. Mengetahui faktor penunjang dan penghambat dalam penyelenggaraan latihan.

c. Metode : Diskusi dan angket

d. Waktu :

  • Diskusi 60 menit
  • Angket 30 menit

e. Media : Semua materi ceramah dan lembaran-lembaran angket

f. Proses kegiatan :

  1. Peserta dibagi dalam kelompok kecil. Selanjutnya masing-masing kelompok tersebut mengambil tempat terpisah dengan dipandu pelatih.
  2. Kemudian masing-masing pelatih dalam kelompok, melakukan review (penajaman) materi dari seluruh materi yang pernah diberikan selama pelatihan dengan cara melakukan tanya jawab ekploratif.
  3. Setelah semua selesai, peserta masuk ruangan selanjutnya peserta melakukan evaluasi (feedback) berkait dengan aspek-aspek latihan, misalnya Materi latihan, performance pelatih, sarana pelatihan, penyelenggaraan pelatihan dll. Hal ini bila dilakukan dengan angket maka peserta cukup mengisi dengan angket kemudian hasil tersebut diidentifikasi dan disimpulkan oleh pelatih dan panitia. Bisa juga dilakukan ekplorasi secara langsung dengan melakukan identifikasi dan feedback yang dipimpin oleh pelatih dan semua panitia serta peserta terlibat di dalam forum.
  4. Kemudian diakhiri dengan penutupan.

Mohon di jawab dengan jelas pertanyaan-pertanyaan berikut :
1. Bagaimana menurut anda hal-hal yang berkait dengan pelatihan sbb :
a. Pembagian waktu :
b. Pelayanan panitia terhadap peserta :
c. Akomodasi pelatihan :
d. Sarana pelatihan :
2. Bagaimana menurut anda tentang materi yang diberikan pada pelatihan ini….
3. Menurut Rekan-rekanita bagaimana penampilan nara sumber…………..
4. Bagaimana perasaan rekan-rekanita dalam pelatihan ini…..

9. Rencana Tindak Lanjut (RTL)

a. Pokok bahasan

  1. Rencana tindak lanjut pasca latihan
  2. Rumusan dan strategi tindak lanjut kegiatan

b. Tujuan

  1. Menyadari pentingnya suatu tindak lanjut latihan sebagai bentuk perwujudan dari pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang diperolehnya selama latihan

c. Methode : Angket, Diskusi

d. Waktu : 60 menit efektif

e. Media

  1. Papan tulis white board dan spidolnya
  2. Kertas plano dan spidolnya
  3. Lembar rancangan kegiatan pasca latihan

f. Proses kegiatan

  1. Pelatih membuka acara, kemudian memberikan penjelasan singkat tentang rencana tindak lanjut kegiatan
  2. Agar hasil rencana tindak lanjut tepat sasaran, maka sebaiknya rencana tindak lanjut di buat forum segitiga yakni peserta, pelatih, dan pimpinan struktural yang bersangkutan.
  3. Selanjutnya forum diserahkan kepada pimpinan struktural yang bersangkutan untuk bersama-sama melakukan rancangan kegiatan lanjutan bagi peserta latihan.
  4. Hasil pembahasan tersebut kemudian dituangkan dalam plano dan menjadi ketetapan kegiatan yang harus dilaksanakan
  5. Pelatih memberikan penegasan secara garis besar atas hasil perumusan rencana tindak lanjut, kemudian diakhiri dengan penutupan acara oleh pelatih.

Copy Paste Dari : PC IPNU SUMEDANG

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.