Sejarah Kalender Masehi

Sebenarnya sejak zaman purba manusia telah memakai perhitunga fase bulan dalam menentukan waktu ( sebab bulan mudah diamati daripada benda langit lainnya ). Matahari sebenarnya mudah diamati tetapi kala itu garis edar bumi dan matahari masih sulit diperediksi, sehingga masih banyak kerancuan bahkan hingga sekarang. Jadi penanggalannya harus selalu dikoreksi setiap beberapa tahun.

Kemunculan perhitungan waktu dengan menggunakan perhitungan selain fase bulan diawali oleh bangsa yunani kuno (era Raja Julius Caesar). Mereka membuat perhitungan waktu bedasarkan kemunculan bintang sirius. Kemudian disusul bangsa romawi yang memakai perhitungan garis edar bumi-matahari.

Awal penggunaan kalender masehi oleh Bangsa Romawi disebabkan ketika musim dingin cuaca berawan sehingga mempersulit mereka dalam melihat bulan. Dulu, zaman Romawi kuno, awalnya kalender hanya dibuat dalam hitungan 10 bulan saja. Alasannya, ketika tiba musim dingin, mereka tidak bisa bertani jadi tidak masuk hitungan kalender. Jadi hari-hari yang tidak bisa menghasilkan keuntungan atau pengeluaran untuk menggaji buruh (khususnya petani) tidak dimasukkan dalam perhitungan kalender (kalender hanya digunakan sebagai perencanaan administrasi).

Oh iya, zaman itu kalendar dipahat dibatu dan kemudian batu-batu itu akan dikirim ke daerah-daerah jajahan Romawi. 10 bulan itu adalah ;
1. Martius (31)
2. Aprilis (30)
3. Maius (31)
4. Junius (30)
5. Quintilis (31)
6. Sextilis (30)
7. Septalis (31)
8. Octolis (31)
9. Novelis (30)
10. Decemberis (31)

Dan musim dingin 61 hari sisanya itu tidak dimasukin dalam kalendar. Akhirnya ada 1 orang bernama Numa Numae Pompilus yang mengadakan sedikit reformasi kalender. Dia ini adalah orang perdama yang mendirikan Institusi Pontiface (Kepala Agama). Jadi dia butuh kalendaryang bisa dijadikan patokan kapan harus diadakan upacara keagamaan ,  tidak hanya buat bertani.Setelah dipertimbangkan dia membutuhkan untuk tahu tanggal berapakah 2 minggu sebelum musim dingin berarkhir ?   Hal ini untuk mengadakan upacara ritual keagamaan menyambut musim semi.

Akhirnya ditambahkan 2 bulan yaitu ianuarius dan Februarius. Ianuarius berjumlah 29 hari dan februarius hanya berjumlah 28 hari. Jadi total hari dalam 1 thn sekarang adalah 355 hari.
1. Martius (31 days)
2. Aprilis (29 days)
3. Maius (31 days)
4. Junius (29 days)
5. Quintilis (31 days)
6. Sextilis (29 days)
7. September (29 days)
8. October (31 days)
9. November (29 days)
10. December (29 days)
11. Ianuarius (29 days)
12. Februarius (28 days) 

Now, seperti kita tahu bahwa sistem kalendar dibuat berdasarkan pengamatan manusia terhadap munculnya bulan atau matahari, dalam kasus ini sebenarnya bangsa Romawi memakai  ke-dua-duanya.

Romawi mendasarkan perhitungan kalendarnya terhadap perhitungan kalendar Yunani dan Yunani tidak menggunakan matahari dan bulan tetapi berdasarkan kemunculan bintang Sirius.

Sayangnya kemudian agak kacau. Para astronomer yang ditugaskan untuk memperhatikan gerak matahari, bulan dan konstelasi menjadi tidak sinkron dengan perhitungan kalendar dan perayaan keagamaan menjadi rancu dan tidak tetap setiap tahunnya.

Jadi diadakan bulan baru yaitu bulan ke 13 yang disebut Marcedonius yang jumlahnya 27 hari. Jadi sekarang jumlah hari dalam 1 thn BISA menjadi 378 hari. Jadi setiap 2 thn sekali, bulan ini akan disisipkan dan menyebabkan rata-rata hari dalam 1 tahun adalah 366 hari dan itu sama dengan 1 tahun solar year.

Tapi, penyisipan bulan ini adalah menjadi hak Pontifex maximus dan karena sering kali terjadi penyalah gunaan hak-hak ini dalam politik Romawi seperti penambahan bulan MARCEDONIUS ini 2 bahkan 4 kali berturut untuk memperpanjang masa jabatan seorang consul dan kemudian selama 4 tahun berikutnya tidak ada penambahan, maka hal ini sering membuat kacau perhitungan gaji, dan juga masa jabatan seseorang.

Akhirnya pada thn 45 SM, Julius caeasr mereformasi lagi kalendar ini dan menjadi ;
1) Ianuarius,
2) Februarius,
3) Martius,
4) Aprilis,
5) Maius,
6) Iunius,
7) Quintilis,
8) Sextilis,
9) September,
10) October,
11) November,
12) December,

Januari dipilih sebagai bulan pertama karena diambil dari nama dewa romawi Janus yaitu dewa penjaga gerbang olympus. So diartikan sebagai gerbang menuju tahun yang baru.

Dan juga karena 1 januari jatuh pada puncak musim dingin, maka disaat itu biasanya pemilihan consul diadakan, karena semua aktivitas umumnya libur dan semua senat dapat berkumpul untuk memilih konsul, dan dibulan Februari konsul yang terpilih dapat diberkati dalam upacara menyambut musim semi yang artinya menyambut hal yang baru.

Kalender Yang Kita Kenal
But masalah kalendar ini gak berhenti sampai disini. Ternyata 1 tahun itu bukan 366 hari, tetapi 365 1/4 hari dan Julius Caesar memerintahkan untuk menambahkan 1 hari ditahun ke 4. Tetapi tampaknya terjadi kerancuan, misal sekarang thn 2000, thn ke 4 harusnya adalah tahun 2004 tetapi petugas penjaga kalendar waktu itu menghitung 2000 sebagai tahun ke 1 jadi akibatnya dia menambahkan 1 hari pada tahun 2003 dan bukan 2004 dan ini terjadi sejak thn 45 SM.

Oke, ??

Kalender Bulan/Hijriah  Vs  Kalender Matahari/Masehi

Panjang satu tahun tropis sebenarnya adalah 365,2422 hari. Akibatnya, setiap 128 tahun kalender Julian maju satu hari dari seharusnya. Hal itu berakibat pada mundurnya waktu Paskah. Sesuai ketentuan, Paskah jatuh hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama sesudah Matahari ada di titik vernal equinox—titik musim semi—pada 21 Maret.

Untuk mengatasi itu, titik musim semi harus dikembalikan agar tepat pada 21 Maret. Maka, perlu dilakukan pengurangan hari pada kalender Masehi. Pada 1582 dilakukanlah koreksi. Dengan mengacu ke Konsili Nicaea yang menetapkan titik musim semi pada 21 Maret 325, maka untuk mengembalikan 21 Maret 1582 tepat pada titik musim semi, jumlah hari pada tahun itu harus dipangkas 10 hari. Akibatnya, sesudah tanggal 4 Oktober 1582 langsung melompat ke tanggal 15 Oktober 1582.

Artinya, tanggal 5-14 Oktober 1582 tidak pernah ada. ( jadi jika ada rekan anda yang memiliki kekek buyut, yang buyutnya lahir pada tanggal antara tersebut, Hal itu merupakan kebohonggan besar !!!  hehe… )

Koreksi juga dilakukan terhadap panjang satu tahun tropis kalender Julian. Perbaikan itu diajukan ahli fisika asal Naples, Aloysius Lilius, dengan menggunakan panjang satu periode tahun tropis adalah 365,2425 hari.

Perbaikan juga dilakukan pada tahun kabisat, yaitu tahun yang habis dibagi empat dan tahun yang habis dibagi 400. Tetapi, tahun yang habis dibagi 100 tidak disebut tahun kabisat.

Sistem ini diadopsi Paus Gregorius XIII. Karena itulah sistem penanggalan itu disebut sebagai sistem kalender Gregorian—yang kini paling banyak digunakan untuk kepentingan administrasi publik di seluruh dunia hingga kini.

Bisa disatukan

Guru Besar Riset Bidang Astronomi dan Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, yang juga anggota Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama, Thomas Djamaluddin mengatakan, sebuah sistem kalender akan bisa diterima publik jika memenuhi tiga faktor, yaitu kriteria yang digunakan dalam penanggalan, wilayah keberlakuan kalender, serta ada otoritas yang menetapkan kalender tersebut.

Di Indonesia, faktor wilayah sudah disepakati dan pihak yang berwenang adalah Kementerian Agama. Namun, kriteria awal bulan masih berbeda antara pendapat Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan pemerintah.

Muhammadiyah memakai kriteria wujudul hilal, NU menggunakan kriteria tinggi hilal minimal dua derajat di atas ufuk, sedangkan Kementerian Agama menggunakan kriteria MABIMS, yaitu ketinggian hilal minimal 2 derajat, jarak Matahari dan Bulan minimal 3 derajat, dan umur hilal minimal 8 jam.

”Metode hisab dan rukyat sebenarnya bisa digabungkan,” tegasnya. Dia mengusulkan Kriteria hisab-rukyat Indonesia, yaitu hilal dapat teramati jika ketinggian minimum hilal 4 derajat dan jarak minimal Bulan dari Matahari adalah 6,4 derajat.

Kriteria itu didapat berdasar data hisab dan rukyat Indonesia dan internasional yang dipadukan dengan pengamatan astronomi—selama ini hilal sulit diamati jika di bawah 4 derajat dan jaraknya terlalu dekat dengan Matahari. Kriteria usulan itu sudah memasukkan kemungkinan cahaya hilal yang redup yang bisa kalah oleh hamburan sinar matahari di atmosfer bumi.

Dunia ini umpama lautan yg luas. Kita adalah kapal yg belayar dilautan telah ramai kapal karam didalamnya..andai muatan kita adalah iman,dan layarnya takwa,nescaya kita akan selamat dari tersesat di lautan hidup ini.

Arti Penamaan Bulan pada Kalender Hijriah

Kalender Islam menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya, berbeda dengan Kalender Masehi yang menggunakan peredaran matahari.

Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada jaman Khalifah Umar bin Khatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah.

Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29 – 30 hari. Sesuai dengan firman Allah Subhana Wata’ala: ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS : At Taubah(9):36).

Sebelum era kerasulan Rasulullah Muhammad SAW orang arab telah menggunakan bulan-bulan dalam kalender hijriyah ini. Hanya saja mereka tidak menetapkan ini tahun berapa ?, tetapi tahun apa ?. Misalnya saja kita mengetahui bahwa Penyerangan Raja Abrahah ke Mekah adalah di tahun gajah.

Suatu ketika Abu Musa Al-Asyári sebagai salah satu gubernur di zaman Khalifah Umar r.a. menulis surat kepada Amirul Mukminin yang isinya menanyakan surat-surat dari khalifah yang tidak ada tahunnya, hanya tanggal dan bulan saja, sehingga membingungkan. Khalifah Umar lalu mengumpulkan beberapa sahabat senior waktu itu. Mereka adalah Utsman bin Affan r.a., Ali bin Abi Thalib r.a., Abdurrahman bin Auf r.a., Sa’ad bin Abi Waqqas r.a., Zubair bin Awwam r.a., dan Thalhan bin Ubaidillah r.a. Mereka bermusyawarah mengenai kalender Islam. Ada yang mengusulkan berdasarkan milad Rasulullah saw. Ada juga yang mengusulkan berdasarkan pengangkatan Muhammad saw menjadi Rasul. Dan yang diterima adalah usul dari Ali bin Abi Thalib r.a. yaitu berdasarkan momentum hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Yatstrib (Madinah).

Maka semuanya setuju dengan usulan Ali r.a. dan ditetapkan bahwa tahun pertama dalam kalender Islam adalah pada masa hijrahnya Rasulullah saw.

Sedangkan nama-nama bulan dalam kalender hijriyah ini diambil dari nama-nama bulan yang telah ada dan berlaku di masa itu di bangsa Arab.

 

Orang Arab memberi nama bulan-bulan mereka dengan melihat keadaan alam dan masyarakat pada masa-masa tertentu sepanjang tahun. Misalnya bulan Ramadhan, dinamai demikian karena pada bulan Ramadhan waktu itu udara sangat panas seperti membakar kulit rasanya. Berikut adalah arti nama-nama bulan dalam Islam:

MUHARRAM, artinya: yang diharamkan atau yang menjadi pantangan. Penamaan Muharram, sebab pada bulan itu dilarang menumpahkan darah atau berperang. Larangan tesebut berlaku sampai masa awal Islam.

SHAFAR, artinya: kosong. Penamaan Shafar, karena pada bulan itu semua orang laki-laki Arab dahulu pergi meninggalkan rumah untuk merantau, berniaga dan berperang, sehingga pemukiman mereka kosong dari orang laki-laki.

RABI’ULAWAL, artinya: berasal dari kata rabi’ (menetap) dan awal (pertama). Maksudnya masa kembalinya kaum laki-laki yang telah meninqgalkan rumah atau merantau. Jadi awal menetapnya kaum laki-laki di rumah. Pada bulan ini banyak peristiwa bersejarah bagi umat Islam, antara lain: Nabi Muhammad saw lahir, diangkat menjadi Rasul, melakukan hijrah, dan wafat pada bulan ini juga.

RABIU’ULAKHIR, artinya: masa menetapnya kaum laki-laki untuk terakhir atau penghabisan.

JUMADILAWAL nama bulan kelima. Berasal dari kata jumadi (kering) dan awal (pertama). Penamaan Jumadil Awal, karena bulan ini merupakan awal musim kemarau, di mana mulai terjadi kekeringan.

JUMADILAKHIR, artinya: musim kemarau yang penghabisan.

RAJAB, artinya: mulia. Penamaan Rajab, karena bangsa Arab tempo dulu sangat memuliakan bulan ini, antara lain dengan melarang berperang.

SYA’BAN, artinya: berkelompok. Penamaan Sya’ban karena orang-orang Arab pada bulan ini lazimnya berkelompok mencari nafkah. Peristiwa penting bagi umat Islam yang terjadi pada bulan ini adalah perpindahan kiblat dari Baitul Muqaddas ke Ka’bah (Baitullah).

RAMADHAN, artinya: sangat panas. Bulan Ramadhan merupakan satu-satunya bulan yang tersebut dalam Al-Quran, Satu bulan yang memiliki keutamaan, kesucian, dan aneka keistimewaan. Hal itu dikarenakan peristiwa-peristiwa peting seperti: Allah menurunkan ayat-ayat Al-Quran pertama kali, ada malam Lailatul Qadar, yakni malam yang sangat tinggi nilainya, karena para malaikat turun untuk memberkati orang-orang beriman yang sedang beribadah, bulan ini ditetapkan sebagai waktu ibadah puasa wajib, pada bulan ini kaurn muslimin dapat rnenaklukan kaum musyrik dalarn perang Badar Kubra dan pada bulan ini juga Nabi Muhammad saw berhasil mengambil alih kota Mekah dan mengakhiri penyembahan berhala yang dilakukan oleh kaum musyrik.

SYAWWAL, artinya: kebahagiaan. Maksudnya kembalinya manusia ke dalam fitrah (kesucian) karena usai menunaikan ibadah puasa dan membayar zakat serta saling bermaaf-maafan. Itulah yang mernbahagiakan.

DZULQAIDAH, berasal dari kata dzul (pemilik) dan qa’dah (duduk). Penamaan Dzulqaidah, karena bulan itu merupakan waktu istirahat bagi kaum laki-laki Arab dahulu. Mereka menikmatmnya dengan duduk-duduk di rumah.

DZULHIJJAH artinya: yang menunaikan haji. Penamaan Dzulhijjah, sebab pada bulan ini umat Islam sejak Nabi Adam as. menunaikan ibadah haji.

Sumber: http://www.eramuslim.com

SELAMAT dan SUKSES MI AD-DIMYATI

IPNU KOTA BANDUNG MENGUCAPKAN

SELAMAT & SUKSES

kepada MI Ad-Dimyati yang telah memperoleh:

Sertifikat Akreditasi

PERINGKAT _A_ (SANGAT BAIK)

dari Badan Akreditasi Nasional SD/MI (BAN-SM)

 

SDI atau MI Unggulan Ad-Dimyati terletak di jalan Wahid Hasyim No. 429-433 Bandung Memperoleh Status Akreditasi A

pada tanggal 20 Desember 2010.

Menurut Kepala Sekolah MI Ad-Dimyati Bp. H. Iik Abdul Khaliq SH, CN

” Pihaknya sangat senang dengan keluarnya SK Akreditasi peringkat A bagi sekolahnya

Harapan beliau semoga status sekolahnya yang kini terakreditasi A dapat menjadi motivasi bagi guru dan karyawanya

sehingga mampu mengembangkan MI Ad-Dimyati lebih baik kedepannya. “

 

 

Selamat Tahun Baru 2011 !!

Unduh klik disini !!

http://www.youtube.com/watch?v=6lGFlUr9NzA

Unduh klik disini !!

MAKESTA 2010 Kwartal III Al-Burhan

Unduh klik disini !!

Unduh klik disini !!

Unduh klik disini !!

Unduh klik disini !!

MAKESTA Kwartal III

IPNU-IPPNU

Hari, Tanggal             : Sabtu-Minggu, 20-21 September 2010 M

Tempat                          : Komplek Pondokpesantren Al-Burhan Bandung

Jl.Pesantren Cigadung no. 31

Waktu                           : Sabtu 14.00 WIB Pembukaan s/d

Minggu 15.00 WIB Penutupan

Kali ini makestanya di Pesantren Al-Burhan lokasinya dekat dago atau dekat caringin ya? Soalnya dari 2 wilayah tersebut jaraknya ga jauh. walaupun lokasi aslinya memang jauh masuk kedalam.

Tempatnya ti-is (dingin -red) daerahnya lumayan tinggi sih. Tapi kata orang makin dingin makin asyiiiik… (asik dibalik slimutannya, sare wae, tidur terus maksudnya).

Tapi kondisinya malah sebaliknya pesertanya sangat antusias mengikuti makesta dari PC.IPNU Kota Bandung. Makesta ini juga sekaligus pembentukan Komisariat MA Al-Burhan. Karena sebelumya disana belum ada komisariat maupun PAC maka kami memakestakan semua peserta yang berjumlah 32 orang/siswa/murid MA Al-Burhan. Setelah itu kita bimbing mereka untuk membuat susunan organisasi dan perlengkapanya. Alhamdullilah terpilihlah Ketua IPNU Komisariat MA Al-Burhan yakni Rekan…  (siapa ya? aku lupa euy, ga bawa catatanya sekarang, coba nanti kalo ingat)

Para peserta sepakat untuk mengeksiskan IPNU di lingkungan MA Al-Burhan dan melakukan kaderisasi secara rutin. Satu lagi tanggungjawab PC IPNU Kota Bandung jadi tambah banyak (alhamdulillah…) insyaallah kami akan membimbing mereka dalam proses pengkaderannya.

O…iya mungkin ada pertanyaan kenapa ketuanya hanya dari IPNU, ketua IPPNU nya kemana ?? anda pasti bertanya begitu kan, .. ya?

Jadi, ketika pembentuka Komisariat IPNU dan IPPNU para Rekanitanya merasa masih belum siap untuk mendirikan IPPNU jadi ya… gitulah… maka kami memutuskan hanya membentuk kepengurusan IPNU saja walaupun pada daftar kepengurusannya para Rekanitanya juga masuk kedalam daftar walaupun hanya sebagai anggota walaupun ada juga divisi yang dikomandani oleh Rekanita yakni divisi Pemberdayaan Perempuan walaupun …. walapun ….

Ada juga ya … divisi pemberdayaan perempuan di IPNU.. hahaha…

yah bagaimana lagi guna menampung aspirasi dan upaya merintis IPPNU di MA Al-Burhan apa boleh buat. memangsih dari dulu pria dijajah wanita … hiks..hiks…

O…ya lupa makesta ini juga dihariri AA Dimas (Hukum Unpad 2010) terimakasih atas bantuannya..

Mungkin anda mau menonton dan mendengarkan cuplikan rekaman kegiatan …

boleh…boleh… sok mangga   klik disini !!

Hati-Hati

Sebuah tulisan dari Jiran Malaysia, tentang siapa dan bagaimana seseorang yang mengaku sebagai ahli hadits dan membuatheboh ummat Islam seluruh dunia ini. Akhir-akhir ini segolongan sekte sedang gencar menambahi penyebutan hadits dengan kalimat

dan disahihkan oleh Al-Albani“.

Kalimat tersebut akhir-akhir ini menjadi sebuah syarat bagi sekte tertentu untuk menerima atau tidak suatu hadits, bahkan lebih dari itu, yakni untuk tidak mengakui hadits lain yang tidak berlabel seperti itu. Lebih gawat lagi para pengikutnya sangat fanatik dan aktif menuduh muslim lain sebagai ahli bid’ah karena menurutnya menggunakan hadits yang dianggapnya dloif atau bahkan palsu. Sementara dia bukanlah seorang ahli hadits seperti yang diklaim olehnya.

Akibatnya banyak sekali amal shalih yang dikerjakan kaum muslimin dan muslimat di seluruh dunia yang akhirnya dituduh sebagai bid’ah atau mengada-ada oleh sekte ini. Padahal para ahli hadits (yang telah diakui kepakarannya oleh para ulama) sudah meriwayatkan dan menshahihkan amalan tersebut. Tentu saja ujung-ujungnya adalah perselisihan tajam diantara ummat Islam sendiri, dan ini sangat disayangkan.

Mudah2an kita semua ummat Islam diselamatkan oleh Allah SWT dari hujjah2 orang yang justru memecah belah ummat Islam. Amin